NEWS:

  • Pastikan Arus Balik Idul Fitri 2025 Berlangsung Aman, Nyaman, dan Berkeselamatan, Korlantas Polri Didampingi PT Jasa Raharja Umumkan Strategi Rekayasa Lalu Lintas 
  • Berangkatkan 16.500 Peserta Mudik Gratis Kereta Api, Jasa Raharja Hadirkan Fasilitas Khusus bagi Disabilitas 
  • Pemberlakuan Skema One Way di KM 71 Tol Cikampek Utama Resmi Dimulai, PT Jasa Raharja Himbau Para Pemudik Mematuhi Instruksi yang Berlaku
  • Direktur Keuangan PT Jasa Raharja Tinjau Pos Pelayanan Terpadu di Jawa Barat, Pastikan Layanan Optimal bagi Masyarakat saat Arus Mudik dan Balik Idulfitri 2025 
  • Menteri Perhubungan, Kakorlantas Polri, dan Direktur Utama PT Jasa Raharja Tinjau Kesiapan Pelabuhan Merak Sambut Pemudik Menuju dan Dari Sumatra

Rusdiansyah Dekan Faperta UnmulSAMARINDA- Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Faperta Unmul) Prof. Dr. Ir. H. Rusdiansyah, M.Si. menjelaskan mewujudkan ketahanan pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) perlu di kuatkan Pertanian di Kawasan IKN dan Penyanggahnya. Disampaikan di Universitas Mulawarman Rabu, (23/11/2022)

“IKN itu bagian dari Kalimantan Timur yaitu berbatasan langsung dengan  Kutai Kartanegara, PPU, Balikpapan Kita harus melihat secara Utuh tidak  bisa di pisah pisahkan. Mau tidak mau Mengenai Ketahanan pangan di IKN  wilayah Ring 1 (Satu) IKN harus dikuatkan yaitu Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam paser Utara (PPU)” Tutur Rusdiansyah

“Hampir 45 persen kebutuhan beras di Kaltim itu dari Kutai Kartanegara, artinya kalau mau meningkatkan pangan di kawasan IKN, perkuat di Kutai Kartanegara. Kukar Pertaniannya harus dibangun, Pertanian di PPU dengan paser itu di dorong termasuk ada wilayah di IKN itu juga di bangun ada sekitar 2.500 Hektar itu juga harus dibangun/ hidupkan agar Mainset (pola pikir) masyarakat tidak berubah” Tutur Rusdiansyah

Rusdiansyah Dekan Faperta Unmul“Perlu ada analisis secara lengkap, harus melihat masalah sesungguhnya jangan sampai tidak sesuai harapan baru kita bingung” Tuturnya

“Masalah pokok itu ada di tanah berupa keasaman tanah, kalau itu bisa kita selesaikan maka permasalahan budi daya Tanaman di Kalimantan Timur itu bisa kita selesaikan” Tegas Rusdiansyah

“Ada Empat Komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai Kondisi Ketahanan pangan yaitu: (1) kecukupan kesediaan pangan (jumlah pangan yang kita makan sebanding dengan jumlah tanaman yang kita tanam) (2) Stabilitas Ketersediaan pangan (kontinuitas tanpa dibatasi waktu dan musim) (3) Aksesibilitas /Keterjangkauan terhadap Pangan dan (4) Kualitas/Ketahanan Pangan” Tutup Rusdiansyah

Warta Kaltim @2022- Sarif


 



WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »