Kutai Kartanegara – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar kegiatan Sosialisasi Karakteristik Teknis Cincau Hijau sebagai Bahan Baku Produk Olahan di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada 19 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali karakteristik cincau hijau serta mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai bahan baku berbagai produk olahan yang bernilai ekonomi.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh apt. Raisa Fadilla, M.Farm. dengan anggota tim apt. Onny Ziasti Fricillia, M.Farm.Klin. dan Nastitie Cinintya Nurzihan, S.Gz., M.Gizi. serta melibatkan tiga orang mahasiswa. Sosialisasi dilaksanakan bekerja sama dengan Kelompok UMKM PKK Desa Karang Tunggal yang diketuai oleh Ibu Ifa Nuryati, sebagai upaya mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi tanaman lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.
Kegiatan ini didanai melalui Program Pendanaan BIMA Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan nomor kontrak induk 162/C3/DT.05.00/PM/2026 dan nomor kontrak turunan 55/DST/UN17.L1/PM.01.01/2026.
Kegiatan diikuti oleh anggota UMKM PKK, kader masyarakat, serta warga Desa Karang Tunggal. Para peserta memperoleh materi dari narasumber lintas bidang keilmuan mengenai potensi, karakteristik, hingga teknik pengolahan cincau hijau sebagai bahan baku produk pangan.
Materi pertama disampaikan oleh Leny Eka Tyas Wahyuni, S.Gz., M.Si. yang memaparkan potensi pengembangan produk olahan berbasis daun cincau. Menurutnya, daun cincau tidak hanya dapat diolah menjadi minuman tradisional, tetapi juga memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan inovatif, seperti minuman fungsional, pangan siap saji, hingga produk bernilai ekonomi lainnya. Inovasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Selanjutnya, apt. Nur Rezky Khairun Nisaa, S.Farm., M.Si. menjelaskan karakteristik fisik dan morfologi daun cincau serta manfaatnya bagi kesehatan Peserta diperkenalkan dengan ciri-ciri daun cincau yang berkualitas, karakteristik morfologinya, serta kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan, seperti aktivitas antioksidan dan potensi sebagai pangan fungsional. Materi ini menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam memilih bahan baku yang baik untuk menghasilkan produk olahan yang berkualitas.
Sementara itu, Dr. apt. Putri Anggreini, S.Farm., M.Pharm. memaparkan mengenai perlakuan bahan baku cincau hijau dalam bentuk segar maupun simplisia. Dalam sesi ini dijelaskan pentingnya penanganan bahan baku sejak proses panen, pencucian, pengeringan, hingga penyimpanan agar mutu bahan tetap terjaga. Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai perbedaan karakteristik bahan segar dan simplisia serta pengaruhnya terhadap kualitas produk akhir.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya, pengolahan, penyimpanan, hingga strategi pengembangan produk olahan berbasis cincau hijau. Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya minat untuk mengembangkan potensi tanaman lokal menjadi produk yang memiliki daya saing di pasaran.
Ketua Tim PkM, apt. Raisa Fadilla, M.Farm., mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami karakteristik teknis cincau hijau sehingga dapat menghasilkan produk olahan yang aman, bermutu, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
"Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, potensi sumber daya lokal diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung kemandirian ekonomi desa," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya LP2M Universitas Mulawarman.
Ketua UMKM PKK Desa Karang Tunggal, Ifa Nuryati, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru mengenai pengolahan daun cincau hijau yang lebih inovatif dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan.
"Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut melalui program pendampingan sehingga masyarakat mampu mengembangkan produk olahan yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar," katanya.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Mulawarman kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan hasil keilmuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Diharapkan sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan cincau hijau sebagai salah satu komoditas unggulan Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Warta Kaltim @2026-Jul










