NEWS:

  • BUMDes Payang Sejahtera Perkuat Ekonomi Desa melalui Kemitraan dan CSR PT MHU
  • JICA Jepang dan Unmul Dorong UMKM Bangun Kesadaran Bisnis yang Berkelanjutan
  • Kolaborasi Pusat Kajian IKN dan SDGs Unmul Dengan JICA Dalam Penguatan Business Registration SDGs bagi UMKM Kaltim
  • Unmul Dampingi UMKM Dapoer Ibu Tingkatkan Mutu Produk, Legalitas, dan Kapasitas Usaha
  • Kolaborasi Kampus-Desa: Pengelolaan Lingkungan Politani Samarinda Berdayakan Masyarakat Suko Mulyo sebagai Desa Penyangga IKN melalui Pembuatan POC

Kutai Kartanengara - Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal dan program pemberdayaan yang didukung PT Multi Harapan Utama (MHU).

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Payang Sejahtera sebagai lembaga ekonomi desa yang mengelola berbagai unit usaha produktif.

Kepala Desa Sungai Payang, Arbaen, mengatakan berbagai program pemberdayaan yang berjalan di desa telah memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan, hingga pembangunan sarana dan prasarana.

"Kami dari Pemdes Sungai Payang sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) PT MHU. Selama ini banyak program yang telah diberikan kepada masyarakat, baik dalam bidang pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan, maupun pembangunan sarana dan prasarana yang memang dibutuhkan masyarakat,” ujar Arbaen saat menerima kunjungan Forum CSR Indonesia dalam rangka penilaian Padmamitra Award 2026 di Kantor Desa Sungai Payang, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Arbaen, saat ini program pemberdayaan PT MHU diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat agar manfaat yang diberikan tidak berhenti pada bantuan, tetapi berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang dapat dikelola secara mandiri.

BUMDes Payang Sejahtera menjadi salah satu wadah pengembangan usaha sekaligus pengelola potensi ekonomi desa. BUMDes ini telah berdiri sejak Desember 2012 dan terus mengembangkan kegiatan usaha melalui pemanfaatan potensi desa serta pola kemitraan dengan sejumlah perusahaan.

Saat ini, BUMDes Payang Sejahtera mengelola sejumlah unit usaha yang sebagian besar bergerak di bidang jasa. Di antaranya jasa angkutan tandan buah segar (TBS), BRILink, jasa boga atau katering, penyediaan air minum untuk kegiatan tambang, laundry, housekeeping mess karyawan perusahaan, food court, jasa angkutan karyawan, perkebunan kelapa sawit, jasa konstruksi, usaha ayam petelur, serta KSPAM atau Pamsimas.

Lebih lanjut, Sekretaris BUMDes Sungai Payang, Sholihin, menambahkan bahwa sebagian besar kegiatan usaha BUMDes bergerak di bidang jasa dan melayani kebutuhan sejumlah perusahaan, khususnya kontraktor PT MHU.

"Untuk BUMDes kami, sejauh ini kebanyakan bergerak di bidang jasa. Kami memberikan jasa kepada perusahaan-perusahaan, terutama kepada kontraktor-kontraktor PT MHU," ujar Sholihin.

Dari berbagai unit usaha tersebut, sektor katering menjadi salah satu usaha dengan pendapatan tertinggi. Aktivitas BUMDes juga memberikan kontribusi sekitar Rp380 juta per tahun terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Selain memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa, keberadaan BUMDes turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Hingga kini, sebanyak 164 warga Desa Sungai Payang telah direkrut untuk mendukung operasional berbagai unit usaha.

Sholihin menjelaskan, hubungan BUMDes dengan PT MHU selama ini lebih banyak dilakukan melalui pola kemitraan dan dukungan program CSR, bukan melalui pendanaan langsung.

"Kalau untuk pendanaan dari MHU, tidak ada pendanaan secara langsung. Selama ini sistemnya menggunakan pola kemitraan. Selain itu, ada juga bantuan-bantuan CSR," jelasnya.

Sementara itu, Comdev Section Head PT MHU, Muslim Gunawan, mengatakan perusahaan terus menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau CSR yang diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penyediaan fasilitas dasar, serta pengembangan potensi lokal Desa Sungai Payang.

Dalam bidang ketahanan pangan dan penguatan ekonomi, PT MHU mendukung pengembangan usaha ayam petelur dan tambak ikan patin dalam satu kawasan. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Dukungan juga diberikan melalui pembangunan sarana air bersih dengan memanfaatkan teknologi pompa hidraulik ram atau hidram serta Water Treatment Plant (WTP) E-West. Teknologi tersebut memungkinkan penyediaan air bersih dilakukan tanpa menggunakan listrik.

Selain itu, PT MHU bersama Pemdes Sungai Payang dan Yayasan Pede Nusantara Madani mendorong hilirisasi produk unggulan desa melalui pengembangan olahan sorgum berupa biskuit.

"Program ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan potensi lokal, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memperkuat perekonomian masyarakat desa," ujar Muslim.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari observasi Forum CSR Indonesia dalam rangka Padmamitra Award 2026.

Ketua Umum Forum CSR Indonesia, Dr. Ir. Ing. Mahir Bayasut, S.T., M.M.-CSR, mengatakan kunjungan tersebut merupakan salah satu tahapan penjurian untuk melihat secara langsung aktivitas pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan perusahaan bersama masyarakat binaannya.

Menurut Mahir, penilaian tidak hanya melihat perkembangan program, tetapi juga menggali tantangan, solusi, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, serta kesiapan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program.

"Kami berharap teman-teman BUMDes bisa mandiri. Memang dalam konteks ini perusahaan menjadi pemantik atau pionir, tetapi kita juga harus realistis. Ketika aktivitas perusahaan sudah tidak ada lagi, BUMDes harus tetap mampu berjalan," tuturnya.

Ia menekankan, kemandirian perlu dipersiapkan sejak dini agar BUMDes tidak sepenuhnya bergantung pada keberadaan perusahaan.

"Bagaimana BUMDes bisa mandiri, tidak lagi bergantung, dan mampu berdikari dalam menjalankan usaha. Kalau mereka tidak dipersiapkan seperti itu, ketika perusahaan berhenti beroperasi, mereka juga berpotensi ikut berhenti," tutur Mahir.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengurus Forum CSR Kalimantan Timur Sarifudin, S.Sos., M.Si., dan Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom. Hadir pula Kepala Pusat Penelitian Ibu Kota Nusantara (IKN) dan SDGs Universitas Mulawarman, Dr. Bramantika Oktavianti, serta Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Rahmawati.

Melalui penguatan BUMDes, kemitraan, dan berbagai program pemberdayaan, dukungan CSR PT MHU diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligusc membangun fondasi ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Warta Kaltim @2026-Haikal

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE