NEWS:

  • Jasa Raharja Hadir di Apel Persiapan Pengamanan Lebaran 2026 Wilayah Jawa Timur, Perkuat Sinergi Pengamanan Periode Arus Mudik dan Balik
  • Jelang Idulfitri 2026, Jasa Raharja Dukung Penguatan Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas dan Kesiapan Jalan yang Berkeselamatan
  • Kecelakaan Kapal di Pelabuhan Semayang, PT Jasa Raharja Kanwil Kalimantan Timur Pastikan Perlindungan untuk Korban
  • Hadirkan Pelayanan Publik yang Optimal, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Untuk tingkatkan Kepatuhan Masyarakat
  • Dukung Mudik Aman dan Berkeselamatan bagi Masyarakat, Jasa Raharja Survey Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di DIY dan Jawa Tengah

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kalimantan Timur Sumadi Ketika Sebagai Narasumber Workshop Pendidikan dengan tema “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan”. Photo kanan  Sumadi, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP dalam kegitan Workshop Pendidikan dengan tema “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan”. PENAJAM- Bentuk pemerkosaan 'by kredit' Jauh lebih besar potensinya dibandingkan pemerkosaan dengan kekerasan. Pemerkosaan 'by kredit' dimulai dari proses kenalan, merayu, pacaran, ke tempat sepi, meraba, berciuman lalu melakukan hubungan seks kemudian ditinggalkan, Disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kalimantan Timur Sumadi Ketika sebagai narasumber Workshop Pendidikan dengan tema “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan”. diselenggarakan Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud ristek RI di The Rich Hotel, Kelurahan Lawe-Lawe, Penajam, Rabu (23/8/2023). Dihadiri kepala sekolah dan Guru dari PAUD,  SD, SMP, SMA

“Di antara berbagai kekerasan terutama di sekolah itu yang paling Kita waspadai adalah kekerasan seksual yaitu pemerkosaan “by kredit“. Pemerkosaan 'by kredit' ini pada intinya adalah pola pemerkosaan yang dilakukan secara bertahap dari proses perkenalan proses pacaran, mencari tempat yang sepi melakukan hubungan seksual kemudian perempuan ditinggalkan” Tutur Sumadi

“Pemerkosaan Jenis ini sebetulnya jauh lebih besar dibanding dengan pemerkosaan dengan kekerasan yang sebenarnya, karena kekerasan ini tidak disadari baik itu oleh si anak (korban) yang mendapatkan perlakuan perkosaan ataupun oleh pelaku , bahkan oleh masyarakat itu sendiri"

Sumadi juga Dosen Kampus Widyagama Kaltim menegaskan Korbannya ini sangat banyak. Kita pernah melakukan penelitian untuk AYLA (anak yang dilacurkan dan melacurkan). Mereka itu berawal dari hubungan dengan pacarnya yang kemudian berakhir ditinggal, Mereka ditinggal lanjut sekalian melacurkan diri. Ini saya kira satu hal yang sangat berbahaya. tuturnya

“Pemerkosaan 'by kredit”' seharusnya diwaspadai sejak dini, saya harap peserta yang hadir yakni Kepala Sekolah, Guru dari PAUD, SD, SMP dan SLTA harapan saya lebih waspada terhadap kekerasan seksual yang berkaitan dengan pemerkosaan ‘by kredit’ itu” Tegas Sumadi

Workshop dihadiri  Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (Wakil Ketua Komisi X DPR RI); Dr. Jumeri, STP, M.Si (Widyaprada Ahli Utama di Direktorat SD Kemendikbudristek RI ). Sebagai narasumber selain Ketua KPAD Kaltim Sumadi juga menghadirkan Kurniawan, ST,.MBA Kapokja Regulasi dan Tata kelola Pendidikan, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbudristek RI; Mulyono, S. Pd. MM (Kepsek SLB Negeri Balikpapan/ Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak). Acara di pandu Sadikin, M.Pd (Anggota Bidang Kelembagaan dan Kemitraan, KPAD Kaltim) sebagai Moderator.

Warta Kaltim @2023- Jul

Berita Lainnya...

 

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »