NEWS:

  • Unmul Dampingi UMKM Dapoer Ibu Tingkatkan Mutu Produk, Legalitas, dan Kapasitas Usaha
  • Kolaborasi Kampus-Desa: Pengelolaan Lingkungan Politani Samarinda Berdayakan Masyarakat Suko Mulyo sebagai Desa Penyangga IKN melalui Pembuatan POC
  • Dari Limbah Kayu Menjadi Asap Cair, Masyarakat Desa Suko Mulyo Bersiap Menangkap Peluang di Kawasan Penyangga IKN
  • Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Penguatan Kabupaten Layak Anak di Kutai Timur
  • Tim Dosen Universitas Mulawarman Sosialisasikan Karakteristik Teknis Cincau Hijau kepada UMKM Desa Karang Tunggal

NUSANTARA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan momentum untuk membangun cara baru dalam tata kelola pemerintahan. Hal ini ia sampaikan saat memberikan kuliah umum kepada ASN yang telah bekerja di IKN, diselenggarakan di Kantor Kemenko 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (13/2/2026).

Menurut MenPANRB, IKN bukan sekadar perpindahan pusat pemerintahan, melainkan kesempatan untuk merancang ulang cara negara bekerja, mengambil keputusan, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih terintegrasi. Ia menilai kualitas birokrasi yang tumbuh di IKN akan menjadi wajah peradaban baru Indonesia ke depan.

Dalam paparannya, ia juga menyinggung pesan Presiden Prabowo Subianto pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang mengutip pemikiran Thucydides tentang pentingnya fondasi kekuatan suatu bangsa. Bagi MenPANRB, salah satu fondasi tersebut adalah birokrasi yang unggul, adaptif, dan mampu bekerja lintas batas.

Ia menggambarkan IKN sebagai ruang untuk membangun smart governance sejak awal, bukan sekadar memperbaiki sistem yang sudah ada. Melalui konsep layanan berbagi pakai seperti shared office dan shared system, kolaborasi antarinstansi didorong semakin kuat, fasilitas dapat dimanfaatkan bersama, dan proses kerja menjadi lebih cepat serta efisien.

2 550 Kuliah UMUM MENPAN DI IKNSelain itu, MenPANRB juga menyampaikan bahwa IKN lahir di era disrupsi, ASN IKN harus siap memimpin perubahan. IKN adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ASN mampu bekerja lintas sektor, mengelola konflik kepentingan, menghadirkan layanan terintegrasi, membangun budaya melayani dan bergerak dalam shared outcome.

“ASN IKN merupakan pelopor yang bukan hanya menata namun mereka juga memulai dari awal, bukan hanya memperbaiki sistem namun mereka membangun satu peradaban dan tata kelola baru yang nantinya ketika para ASN datang sudah disiapkan, ” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, berharap bahwa momentum bersama MenPANRB ini bisa dijadikan semangat untuk ASN di IKN dalam membangun tata kelola masa depan.

“Kehadiran Ibu Menteri PANRB memberikan semangat bagi kita semua yang bekerja di Nusantara,” ujar Bimo.

MenPANRB menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan kota cerdas terletak pada kualitas manusianya. Aparatur dituntut terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memahami ekosistem digital yang akan menjadi tulang punggung tata kelola pemerintahan di masa depan. Standar kompetensi digital yang jelas dan terukur, disertai pemetaan yang terintegrasi, dinilai penting untuk memastikan transformasi birokrasi di IKN berjalan berkelanjutan.

Warta Kaltim @2026

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »