NEWS:

  • Hetifah Berkolaborasi dengan STIKSAM Bahas Inovasi Digital di Dunia Kesehatan
  • Jasa Raharja Gelar Donor Darah untuk Memperingati HUT Jakarta ke-499, Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
  • Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Pendapatan, Direktur Operasional Jasa Raharja Berikan Pembinaan di Lampung dan Tinjau Samsat Rajabasa
  • Momentum Hari Lahir Pancasila, Jasa Raharja Perkuat Peran sebagai Wujud Kehadiran Negara
  • Masuk Fortune Southeast Asia 2025, Jasa Raharja Raih Penghargaan Internasional Lingkungan Kerja Terbaik

SAMARINDA- Perkembangan inovasi digital di dunia kesehatan di Kalimantan Timur sedang menunjukkan geliatnya. Setidaknya hal ini yang nampal dalam acara Workshop Pendidikan Tinggi, Digital Health Innovation: Peluang dan Tantangan SDM Kesehatan Masa Depan yang diadakan di Sekolah Tinggi Kesehatan Samarinda pada hari Rabu, 24 Juni 2026.

Acara ini merupakan inisiasi dari Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, berkolaborasi dengan Kemendiktisaintek dan STIKSAM. Turut hadir juga diantaranya Fitriansyah (Ketua Yayasan Kagama Kaltim), Supomo (Ketua STIKSAM), Haviluddin (dosen UnMul), dan beberapa perwakilan perguruan tinggi kesehatan lainnya seperti: Stikes Dirgahayu, Stikes Mutiara Mahakam, Itkes Wiyata Husada, dan UNU.

Hetifah menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan ganda dalam dunia kesehatan di satu sisi kebutuhan layanan yang meningkat sedangkan di sisi lainnya masih terjadi ketimpangan akses kesehatan. Untuk itu transformasi keseharan tidak bisa dipisahkan dari transformasi digital, melalui peningkatan mutu layanan, akses, efisiensi, dan keselamatan layanan. Inovasi digital kesehatan menjadi bukan hanya sekedar aplikasi, tetapi bagaimana menjadi landasan perubahan model layanan dan kompetensi SDM.

Fitriansyah menjelaskan bahwa saat ini lanskap dunia kesehatan dunia telah berubah. IoT dan AI machine telah digunakan untuk learning diagnostik dengan tingkat akurasi lebih dari 94 persen untuk diagnosa penyakit. Namun, kompetensi digital masih menjadi momok tersendiri di dunia kesehatan, termasuk pada tenaga pengajar kesehatan. Selain itu distribusi tenaga kesehatan juga masih belum merata terutama di daerah 3T.

Selain itu, Supomo mengapresiasi kehadiran Hetifah yang peduli akan dunia pendidikan kesehatan di Kalimantan Timur. Ia menyampaikan kegiatan ini sangat tepat untuk mahasiswa kesehatan di Kaltim sebagai langkah transformasi kesehatan yang pastinya akan diterapkan oleh mahasiswa-mahasiswa kesehatan di dunia kerja nantinya.

Warta Kaltim@2026-Jul

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »