NEWS:

  • Hetifah Berkolaborasi dengan STIKSAM Bahas Inovasi Digital di Dunia Kesehatan
  • Jasa Raharja Gelar Donor Darah untuk Memperingati HUT Jakarta ke-499, Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
  • UNMUL Galang Dukungan Lintas Sektor, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Kian Dekat Menuju Status Nasional
  • Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Pendapatan, Direktur Operasional Jasa Raharja Berikan Pembinaan di Lampung dan Tinjau Samsat Rajabasa
  • Momentum Hari Lahir Pancasila, Jasa Raharja Perkuat Peran sebagai Wujud Kehadiran Negara

SAMARINDA – Universitas Mulawarman (Unmul) melalui Pusat Penelitian Ibu Kota Nusantara (Puslit IKN) dan Sustainable Development Goals (SDGs) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Kalimantan Timur melalui penyelenggaraan Seminar Dukungan Para Pihak terhadap Penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Provinsi Kalimantan Timur, yang berlangsung di Samarinda, Rabu (17/6/2026).

Seminar ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, dan masyarakat lokal dalam mendukung proses penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional.

Ketua Puslit IKN dan SDGs LP2M Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Rahmawati, M.M., menyampaikan bahwa Geopark Sangkulirang-Mangkalihat merupakan aset penting Kalimantan Timur yang memiliki nilai geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya yang sangat tinggi.

Menurutnya, pengembangan geopark bukan hanya bertujuan melestarikan warisan alam, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pariwisata berkelanjutan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Keberhasilan pengembangan geopark memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Seminar ini menjadi wadah untuk menyatukan komitmen dan memperkuat kolaborasi menuju penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional,” ujarnya.

LP2M UNMUL TEGASKAN KOMITMEN AKADEMIK
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman, Prof. Widi Sunaryo, S.P., M.Si., Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof. Widi menegaskan bahwa Universitas Mulawarman memiliki tanggung jawab akademik untuk mendukung pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyediaan data dan kajian ilmiah yang diperlukan dalam proses penetapan geopark.

“Perguruan tinggi harus hadir memberikan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat agar pengelolaan geopark dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun masa depan,” katanya.

PEMERINTAH PROVINSI KALTIM DUKUNG PENUH
Seminar secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Timur, Ir. Siti Farisyah Yana, M.Si.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Mulawarman, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Pemerintah Kabupaten Berau, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Menurutnya, geopark merupakan model pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.

“Geopark bukan sekadar kawasan yang memiliki keunikan geologi, tetapi juga sarana untuk membangun kesadaran masyarakat, menjaga lingkungan, melestarikan budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

VERIFIKASI NASIONAL JULI 2026
Paparan utama seminar disampaikan oleh Puji Harjanto, S.T., Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Dalam pemaparannya, Puji menjelaskan bahwa saat ini kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memiliki luas sekitar 22.011 kilometer persegi yang mencakup 13 kecamatan di Kabupaten Berau dan 8 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur.

Kawasan tersebut memiliki: 26 situs warisan geologi; 13 situs keragaman hayati; 7 situs keragaman budaya.

Ia juga menjelaskan bahwa Tim Verifikasi Geopark Nasional dijadwalkan melakukan verifikasi lapangan pada 6–10 Juli 2026, sehingga seluruh pihak perlu memperkuat sinergi dan kesiapan kawasan.

“Keberhasilan geopark tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

DUKUNGAN KONSERVASI DAN DUNIA USAHA
Seminar turut menghadirkan Niel Makinuddin, Manajer Senior Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), yang menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara konservasi alam, pelestarian budaya, dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memiliki potensi besar menjadi model pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan juga datang dari sektor dunia usaha melalui Yusan Triananda, tokoh masyarakat Sangkulirang sekaligus Direktur Hotel Mesra Samarinda.

Dalam kesempatan tersebut, Yusan menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat melalui penguatan promosi, pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan kolaborasi multipihak.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Hotel Mesra Samarinda turut berpartisipasi sebagai sponsor kegiatan seminar.

“Geopark Sangkulirang-Mangkalihat merupakan aset kebanggaan Kalimantan Timur yang harus kita dukung bersama. Dunia usaha memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi geopark sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.

KOMITMEN BERSAMA UNTUK MASA DEPAN KALIMANTAN TIMUR
Ketua Panitia, Masayu Widiastuti, M.T., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Puslit IKN dan SDGs LP2M Universitas Mulawarman, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi seluruh pihak dalam seminar tersebut.

“Kami berharap seminar ini dapat memperkuat komitmen bersama dan menghasilkan langkah nyata dalam mendukung proses verifikasi nasional. Geopark Sangkulirang-Mangkalihat merupakan warisan berharga yang harus dijaga dan dikembangkan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Kegiatan yang dipandu oleh Rustam, S.Hut., M.P., dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman, berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan.

Selain menghadirkan para narasumber utama, seminar ini juga terlhat hadir kepala dinas Parawisaya kabupaten Kutai Timur, Instansi terkait dari Pemerinyahan desa  hingga dinas terkait dan tokoh masyarakat dari Kabupaten Kutai Timur dan Kabupten Berau, Juga dihadiri oleh anggota Puslit IKN dan SDGs LP2M Universitas Mulawarman yang selama ini aktif dalam kegiatan penelitian dan pengembangan wilayah berkelanjutan.

Juga hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: Dr. Hj. Yana Ulfah, S.E., M.Si., Ak., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman sekaligus Anggota Puslit IKN dan SDGs LP2M Unmul; Sarifudin, S.Sos., M.Si., Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman sekaligus Anggota Puslit IKN dan SDGs LP2M Unmul,  Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom., Dosen Fakultas Teknik Universitas Mulawarman sekaligus Anggota Puslit IKN dan SDGs LP2M Unmul.

Kehadiran para akademisi lintas disiplin tersebut menunjukkan komitmen Universitas Mulawarman dalam mendukung pengembangan geopark melalui pendekatan multidisiplin yang mencakup aspek lingkungan, sosial, ekonomi, teknologi, dan tata kelola pembangunan berkelanjutan.

Melalui seminar ini, Universitas Mulawarman bersama seluruh pemangku kepentingan berharap Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat segera memperoleh status Geopark Nasional dan menjadi model pengelolaan kawasan berbasis konservasi, pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Indonesia.

@2026-Jul

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »