NEWS:

  • Unmul Dampingi UMKM Dapoer Ibu Tingkatkan Mutu Produk, Legalitas, dan Kapasitas Usaha
  • Kolaborasi Kampus-Desa: Pengelolaan Lingkungan Politani Samarinda Berdayakan Masyarakat Suko Mulyo sebagai Desa Penyangga IKN melalui Pembuatan POC
  • Dari Limbah Kayu Menjadi Asap Cair, Masyarakat Desa Suko Mulyo Bersiap Menangkap Peluang di Kawasan Penyangga IKN
  • Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Penguatan Kabupaten Layak Anak di Kutai Timur
  • Tim Dosen Universitas Mulawarman Sosialisasikan Karakteristik Teknis Cincau Hijau kepada UMKM Desa Karang Tunggal

SAMARINDA– Musyawarah Wilayah (Muswil) II Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Kalimantan Timur resmi digelar dan menetapkan secara aklamasi Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., Asean.Eng, Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), sebagai Ketua ICMI Kaltim periode 2026–2031. Muswil berlangsung di Hotel Mesra International, Jalan Pahlawan, Samarinda, Kamis (11/2/2026).

Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian, dan Kesejahteraan Rakyat, Drh. Arief Murdiyanto, yang hadir mewakili Gubernur Kaltim.

Dalam sambutannya, Arief menegaskan bahwa peran cendekiawan dalam pembangunan daerah sangat strategis. Menurutnya, cendekiawan adalah penjaga nurani publik sekaligus penggerak perubahan berbasis ilmu pengetahuan. Mereka menghadirkan analisis tajam, solusi terukur, serta gagasan yang berakar pada nilai moral dan etika.

“ICMI sebagai wadah intelektual muslim memiliki posisi penting dalam membangun peradaban yang berlandaskan ilmu dan akhlak. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk,” ujar Arief.

600 MUSWIL ICMI KALTIMIa merinci empat kontribusi utama cendekiawan:

  1. Memberikan masukan kebijakan berbasis kajian ilmiah dan riset mendalam, sehingga pembangunan berjalan terarah dan berkelanjutan.
  2. Memperkuat literasi masyarakat, baik pendidikan, ekonomi, maupun sosial-keagamaan, agar siap menghadapi perubahan zaman dengan bekal intelektual dan spiritual.
  3. Membina generasi muda agar unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kokoh dalam karakter dan integritas, sehingga lahir generasi adaptif dengan komitmen kebangsaan yang kuat.
  4. Mendorong penguatan ekonomi umat melalui pemberdayaan, inovasi, dan kolaborasi lintas pihak, demi peningkatan kesejahteraan yang merata.

Arief menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan intelektual akan menghasilkan kebijakan yang tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.

Sementara itu, Ketua Demisioner ICMI Kaltim, Dr. Syaharie Jaang, menyampaikan harapannya agar kepemimpinan Prof Abdunnur mampu membawa organisasi lebih profesional dan berdampak luas. Sebagai rektor universitas terbesar di Kaltim, Abdunnur dinilai mampu mengkonsolidasikan cendekiawan dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk bersama-sama memberi masukan konstruktif kepada pemerintah.

“ICMI ini organisasi besar, dibangun oleh para tokoh nasional seperti Bapak BJ Habibie dan para senior kita,” tegas Syaharie Jaang.

warta Kaltim @2025-Jul

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »