NEWS:

  • Pastikan Penanganan Korban Berjalan Baik, Jasa Raharja, Ditjen Hubdat dan Korlantas Polri Tinjau Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara
  • Harwan Muldidarmawan: Poltrada Bali Ambil Peran Penting dalam Membangun Sistem Keselamatan Transportasi Nasional
  • Pastikan Hak Korban Terpenuhi, Seluruh Ahli Waris Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL di Bekasi Sudah Terima Santunan Jasa Raharja
  • Jasa Raharja Pastikan Jaminan bagi Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur
  • Jasa Raharja Perkuat Transformasi Digital dalam Rakor Pembina Samsat 2026 di Semarang

KUTAI KARTANEGARA – Universitas Mulawarman (Unmul) melalui Unit Penunjang Akademik Sumber Daya Hayati Hutan Tropis Lembap (UPA SDHHTL) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto KM 65, Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemulihan ekosistem hujan tropis Kalimantan yang mengalami kerusakan akibat maraknya perambahan ilegal dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari civitas akademika Unmul, Satuan Tugas Penanggulangan Aktivitas Ilegal, Otorita IKN, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga pemerintah desa setempat. Kolaborasi lintas lembaga ini menegaskan bahwa penyelamatan hutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi berkelanjutan.

KHDTK Unmul: Laboratorium Alam yang Dibangun Sejak 1980-an

550 TahuraKepala UPA SDHHTL Unmul, Dr. Ir. Ibrahim, M.P., yang hadir mewakili Rektor Unmul, menjelaskan bahwa kawasan KHDTK Unmul memiliki nilai sejarah, ekologis, dan ilmiah yang sangat tinggi.

 “KHDTK Unmul ini dibangun atas kerja sama Indonesia dan Jepang sejak tahun 1980-an. Saya membawahi dua lokasi: Pusrehut atau UPA SDHHTL Unmul, dan laboratorium alam KHDTK Unmul di Bukit Soeharto,” ungkap Ibrahim.

Ia menegaskan bahwa hutan hujan tropis Kalimantan Timur merupakan salah satu yang terpenting di dunia.

 “Hutan hujan tropis seperti ini hanya ada dua di dunia: satu di Indonesia, tepatnya di Kalimantan Timur, dan satu lagi di Brazil. Ini kekayaan luar biasa jika dimanfaatkan secara lestari,” jelasnya.

Ibrahim menerangkan bahwa hutan hujan tropis dibangun oleh tiga komponen utama: tanah sebagai komponen abiotik, vegetasi (flora), dan fauna termasuk primata. Ketiganya membentuk ekosistem yang sangat kompleks dan kaya.

Lebih jauh, ia menyoroti besarnya keanekaragaman hayati yang tersimpan di kawasan tersebut.

“Hutan hujan tropis di Dunia/ Kalimantan Timur menyimpan sekitar 70 persen vegetasi dunia. Karena itu kita diberi tanggung jawab besar untuk menjaganya,” tegasnya.

Ibrahim juga mengungkapkan bahwa lokasi kegiatan penanaman pohon sebelumnya merupakan Plot Energi Terbarukan yang ditanami pohon Nyamplung sebagai sumber bioenergi.

 “Sebelum dirambah, tempat ini adalah Plot Energi Terbarukan. Kita ingin mengalihkan energi dari fosil menjadi energi terbarukan berbasis biomassa,” ujarnya.

Otorita IKN: Penegakan Hukum Perambahan Hutan Tidak Bisa Ditawar

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Dr. Myrna Asnawati Safitri, S.H., M.Si., menegaskan bahwa perambahan hutan di kawasan tersebut sudah pada tahap yang tidak bisa ditoleransi.

 “Kalau sifatnya sudah nyata seperti ini, sudah terang benderang, bahkan pelakunya sudah teridentifikasi, maka penegakan hukum tidak bisa ditawar,” tegas Myrna.

Ia menepis anggapan bahwa Otorita IKN tidak peduli terhadap masyarakat

“Kami sudah melakukan pendekatan persuasif dan humanis. Kita ajak berdialog, kita beri kesempatan untuk meninggalkan kawasan hutan secara sukarela,” jelasnya.

Myrna menekankan bahwa pengamanan kawasan dilakukan melalui dua pendekatan: preventif dan represif.

 “Secara preventif, kehadiran teman-teman Unmul dan mahasiswa secara intensif sangat membantu. Setelah itu, barulah tindakan represif dilakukan oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.

KHDTK Bukit Soeharto: Pusat Penelitian Sejak 1985

Guru Besar Fakultas Kehutanan Unmul, Prof. Dr. Ir. Marlon Ivanhoe Aipassa, M.Agr., menambahkan bahwa KHDTK Bukit Soeharto telah menjadi lokasi penelitian penting sejak puluhan tahun lalu.

“Sejak 1985, berbagai penelitian dilakukan oleh pihak Jepang dan peneliti dalam negeri seperti dari ITB, UGM, dan Unmul,” jelas Marlon.

Menurutnya, kawasan ini telah menerima banyak investasi ilmiah dan ekologis.

 “Investasi dalam penanaman dan penelitian di KHDTK Unmul sangat besar. Nilainya luar biasa, sehingga kawasan ini harus dilestarikan,” tegasnya.

Sinergi untuk Menjaga Masa Depan Hutan Kalimantan

Aksi penanaman pohon ini menjadi simbol komitmen bersama antara akademisi, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hujan tropis Kalimantan Timur. Selain memulihkan area yang dirambah, kegiatan ini juga memperkuat fungsi KHDTK Unmul sebagai laboratorium alam, pusat penelitian, dan kawasan pendidikan lingkungan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dari rangkaian upaya jangka panjang untuk memastikan bahwa hutan Kalimantan tetap menjadi penyangga kehidupan, sumber keanekaragaman hayati, dan warisan ekologis bagi generasi mendatang.

Warta Kaltim @2026-Jul

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »