NEWS:

  • Pastikan Arus Balik Idul Fitri 2025 Berlangsung Aman, Nyaman, dan Berkeselamatan, Korlantas Polri Didampingi PT Jasa Raharja Umumkan Strategi Rekayasa Lalu Lintas 
  • Berangkatkan 16.500 Peserta Mudik Gratis Kereta Api, Jasa Raharja Hadirkan Fasilitas Khusus bagi Disabilitas 
  • Pemberlakuan Skema One Way di KM 71 Tol Cikampek Utama Resmi Dimulai, PT Jasa Raharja Himbau Para Pemudik Mematuhi Instruksi yang Berlaku
  • Direktur Keuangan PT Jasa Raharja Tinjau Pos Pelayanan Terpadu di Jawa Barat, Pastikan Layanan Optimal bagi Masyarakat saat Arus Mudik dan Balik Idulfitri 2025 
  • Menteri Perhubungan, Kakorlantas Polri, dan Direktur Utama PT Jasa Raharja Tinjau Kesiapan Pelabuhan Merak Sambut Pemudik Menuju dan Dari Sumatra

Desa Budaya Sungai Bawang, Kutai Kartanegara – Melalui Dana Hibah DRTPM (Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Tim Pengabdian Masyarakat STIKES Dirgahayu Samarinda yang terdiri Dosen dan Mahasiswa Prodi S1 Farmasi dan S1 Keperawatan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Budaya Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Demi meningkatkan kreativitas dan daya saing industri pangan lokal, khususnya dalam bidang perikanan, STIKES Dirgahayu Samarinda bekerja sama dengan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Budaya Sungai Bawang mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan teknologi diversifikasi ikan lele. Kegiatan yang berlangsung pada hari Senin, 28 Oktober 2028 ini diharapkan mampu memberi inspirasi bagi masyarakat setempat dalam menciptakan produk olahan lele yang memiliki nilai jual tinggi di pasar lokal maupun nasional.

Nugget Ikan LeleAcara ini dibuka oleh sambutan dari Maria Elvina Tresia Butar-Butar, M.Farm, selaku Kaprodi S1 Farmasi STIKES Dirgahayu Samarinda dan tim penerima hibah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam diversifikasi produk pangan, terutama dalam mengolah potensi ikan lele yang melimpah di wilayah ini. "Dengan teknologi dan kreativitas, ikan lele yang sering kita temui bisa diolah menjadi produk-produk bernilai tinggi yang tidak hanya menarik, tetapi juga memenuhi kebutuhan pasar yang semakin kompetitif," ujar Maria.

Kepala Desa Budaya Sungai Bawang, Martinus, Amd, turut memberikan sambutannya. Beliau menyampaikan terima kasih dan harapannya agar kegiatan ini dapat memotivasi warga Desa Budaya Sungai Bawang untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengolah produk lokal. "Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini, dan kami berharap masyarakat desa bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan industri pangan berbasis ikan lele yang dapat menunjang ekonomi desa secara mandiri," ungkap Martinus.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pelaksana, apt. Muh Taufiqurrahman, M.Farm, yang mengkoordinasikan rangkaian acara dengan baik, mulai dari materi teori hingga praktik. Workshop pembuatan produk olahan lele, seperti sosis lele, dan nugget lele, dipandu langsung oleh Ns. Remita Ully Hutagalung, M.Kep. Sebagai instruktur yang berpengalaman, Ibu Remita memberikan panduan mulai dari pemilihan bahan, proses pembuatan, hingga teknik pengemasan yang tepat agar produk tahan lama dan memiliki daya tarik pasar.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh warga yang tergabung dalam anggota PKK dan Kader  setempat, yang tidak hanya mendapatkan ilmu baru dalam diversifikasi produk lele tetapi juga semangat untuk berinovasi. Para peserta berharap kegiatan semacam ini bisa terus dilaksanakan demi menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Budaya Sungai Bawang.

d77ab4be b8aa 4734 8ffd 9da83522d33a

Warta Kaltim @2024-Jul

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »