NEWS:

  • Peneliti FEB Unmul Bedah Dampak SAK Enititas Privat:  Transparansi dan Modernisasi Koperasi di Kecamatan Longikis, Kabupaten Paser
  • PKBI Kaltim Gelar Syukuran 68 Tahun Berdiri: Gelorakan Semangat Kerelawanan, Kepeloporan, Kemandirian
  • Esselon II dan III Pemprov Kaltim di Rombak Rudy Mas’ud. Ini Daftar Jajaran Eselon Pejabat Baru yang Dilantik
  • Sinergi Akademisi dan Vokasi: Dosen FEB UNMUL Kawal Tata Kelola Blud SMK 3 Berau
  • Hasil Inovasi Akademisi Unmul Sensory Branding Melalui Minyak Atsiri Resmi di Launching di Hotel Mesra Internasional

Wicaksono Seminar Nasional Kontribusi Biologi Dalam Pembangunan lbu Kota Negara IKN Nusantara 10 08 2022 copyYogyakarta- Wicaksono Sarosa Koordinator Tim Ahli Tim Transisi Otorita Ibu Kota Negara menjelaskan IKN  Sebagai  Kota  Hutan  Berkelanjutan, komitmen IKN untuk menjaga 75% wilayahnya sebagai kawasan hutan (65% hutan + 10% area produksi pangan) dari total luas wilayah seluas 256.142 hektare. Hal ini di sampaikan Wicaksono sebagai narsumber Seminar Nasional Kontribusi  Biologi  Dalam Pembangunan  lbu Kota Negara IKN) Nusantara Berkelanjutan Universitas Gadjah Mada,  Rabu 10/08/2022.

“ Hutan Tropis sebagai Carbon Sink dan Kawasan terbangun yang dikontrol untuk meminimalkan emisi, Targetnya menjadi Kota yang netral Karbon tahun 2045” Kata Wicaksono

“Sebagai  kota yang selaras  dengan  alam,  IKN juga melakukan  rehabilitasi  dan pemulihan ekosistem pada kawasan yang terdegradasi dengan Restorasi kawasan mangrove, Restorasi lubang bekas tambang, Pembangunan  koridor satwa (30.000 ha), Pengembangan agroforestri,Persemaian skala besar di Mentawir (120 ha) dan Pembangunan  hutan dan taman tematik”

Wicaksono Menjelaskan Tantangan  Pembangunan  Kota yang Sekaligus Konservasi  Lingkungan Alam yaitu:

IKN sebagai kota hutan didukung oleh penerapan konsep compact  city - yaitu pembangunan kota yang memaksimalkan kepadatan dan lahan yang kompak.Hal ini dimaksudkan  agar pembangunan tidak semakin melebar ke pinggiran kota yang tentunya akan membabat lebih banyak pohon. Selain itu, pembangunan yang ada juga akan meminimalkan  cut-and-fill tanah.

Jenis tanah di  IKN didominasi oleh tanah clayshale yang memiliki daya dukung kurang baik. Tanah ini  bersifat keras pada saat tertutup, namun akan rapuh bila terbuka dan terkena air.  Kondisi fisik dasar ini menjadi tantangan dalam konstruksi.

Selain daya dukung yang kurang baik,  kandungan zat hara di tanah tersebut juga tipis.  Hal tersebut  akan berpengaruh  pada rencana reforestasi kawasan hutan tanaman industri, food estate serta vegetasi perkotaan.

Fauna-fauna endemik yang terdampak  pembangunan. Apakah dengan adanya koridor satwa yang ada sudah cukup efektif?

“Otorita  IKN sangat mengharapkan masukan dari  berbagai  bidang ilmu - termasuk biologi - agar IKN dapat benar-benar menjadi  kota yang ramah lingkungan sebagaimana yang kita cita-citakan  bersama” Tutup Wicaksaono.

Warta Kaltim @ 2022-Jul


 

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »