NEWS:

  • Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Pendapatan, Direktur Operasional Jasa Raharja Berikan Pembinaan di Lampung dan Tinjau Samsat Rajabasa
  • Momentum Hari Lahir Pancasila, Jasa Raharja Perkuat Peran sebagai Wujud Kehadiran Negara
  • Masuk Fortune Southeast Asia 2025, Jasa Raharja Raih Penghargaan Internasional Lingkungan Kerja Terbaik
  • Maknai Semangat Iduladha 1447 H, Jasa Raharja Hadir Berbagi untuk Masyarakat melalui Penyaluran Paket Daging Kurban
  • Jasa Raharja Raih Penghargaan Kapolri atas Dukungan terhadap Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dan Operasi Lilin Nataru 2025

Samarinda, Media Massa membawa pengaruh pada aspek Budaya, Politik dan Ekonomi. Dari aspek budaya, media massa merupakan institusi sosial pembentuk definisi dan citra realitas sosial, serta ekspresi identitas yang dihayati bersama secara komunal. Dari aspek politik, media massa membentuk ruang dan arena bagi terjadinya diskusi aneka kepentingan berbagai kelompok sosial yang ada dimasyarakat dengan tujuan akhir untuk menciptakan pendapat umum. Dari Sisi ekonomi, Media Massa merupakan institusi bisnis dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan secara material bagi pendirinya.

Media Massa saat ini isinya  cenderung berisi Kekerasan, primordialisme, sekularisme, liberalisme, materialisme, modernisme tentu harus ada program pengendalian terutama bagi kelompok rentan yaitu anak, remaja, pemuda dan perempuan. Kontrol selama ini tidak mampu dilakukan oleh organisasi bentukan negara seperti Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain hasil rekrutmennya dari proses politik Lebih lagi Pemilik Media saat ini sudah masuk dalam ranah politik dengan mendirikan partai politik.

Hal ini menjadi media sulit untuk dikontrol oleh lembaga KPI atau Dewan Pers. belum lagi tuntas kontrol ini, saat ini ditambah lagi informasi Hoax secara masif telah menyebar diruang-ruang publik menggunakan sarana media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapps dan lainnya. Ketidakberdayaan ini mau tak mau ada upanya sekelompok masyarakat untuk ikut serta terlibat dalam proses penyadaran terhadap masyarakat agar melakukan Kontrol Mandiri. "Sosialisasi literasi media sudah dilakukan periode ini, MOU dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Kampus, Badan Narkotika Nasional Kaltim pun sudah dilakukan, lanjut saat ini kami KPID Kaltim membentuk dan Pengukuhan Forum Komunikasi Pemerhati Media Kaltim yang diikuti  sebanyak 15 organisasi " Ujar Sarifudin Ketua KPID

Adapun susunan pengurus, ketua Machnun Uzni, S.I.Kom, sekretaris Erlyando Saputra, S.Sos, dan bendahara Musdalifah, Ujar Sarifudin Ketua KPID Kaltim

"Kami Sudah Membuat Perencanaan Anggaran untuk Tahun 2019 Mendukung Forum ini, diharapkan Forum ini segera bekerja melakukan upaya Literasi Media dimasyarakat terutama kelompok rentan, anak, remaja, pemuda dan perempuan dengan target kegiatan bisa dilakukan di sekolah, Universitas, bahkan di organisasi Perempuan seperti PKK" lanjut Sarifudin

Pengukuhan dilakukan di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur Tanggal 31 Oktober 2018.

Warta Kaltim @2018

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »