NEWS:

  • Peneliti FEB Unmul Bedah Dampak SAK Enititas Privat:  Transparansi dan Modernisasi Koperasi di Kecamatan Longikis, Kabupaten Paser
  • PKBI Kaltim Gelar Syukuran 68 Tahun Berdiri: Gelorakan Semangat Kerelawanan, Kepeloporan, Kemandirian
  • Esselon II dan III Pemprov Kaltim di Rombak Rudy Mas’ud. Ini Daftar Jajaran Eselon Pejabat Baru yang Dilantik
  • Sinergi Akademisi dan Vokasi: Dosen FEB UNMUL Kawal Tata Kelola Blud SMK 3 Berau
  • Hasil Inovasi Akademisi Unmul Sensory Branding Melalui Minyak Atsiri Resmi di Launching di Hotel Mesra Internasional

600 Presiden JokowiJAKARTA- Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut tingkat stres guru lebih tinggi daripada pekerjaan lain. Menurut dia, temuan itu disampaikan oleh lembaga riset internasional.

“Stres guru lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lain,” ujar Jokowi saat memberikan pidato dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023 di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu, 25 November 2023.

Menurut lembaga riset itu, kata Jokowi, ada tiga alasan mengapa tingkat stres guru lebih tinggi daripada profesi lain, yaitu perilaku siswa, perubahan kurikulum, dan perkembangan teknologi.

Sementara itu, Presiden Jokowi juga menyinggung bonus demografi yang saat ini terjadi di Indonesia. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu kalau bisa memanfaatkan kesempatan dan peluang ini, Indonesia akan melompat menjadi negara maju.

"Dalam sebuah peradaban negara itu hanya sekali kesempatan itu diberikan, biasanya," kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyinggung salah satu negara di Amerika Latin yang tidak memanfaatkan bonus demografi sejak tahun 1950-an, tetapi sampai sekarang masih menjadi negara berkembang.

“Karena apa saat diberikan peluang tidak bisa menggunakan peluang itu sebaik-baiknya,” kata Jokowi.

Warta Kaltim @2023-Jul

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »